oleh

TNI AD dan HELIKOPTER Mi-17

-Nasional-86 views

TNI AD dan HELIKOPTER Mi-17

Mi-17adalah sebuah helikopter angkut kelas menengah rancangan Rusia dan saat ini diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude – Rusia. Helikopter ini adalah pengembangan dari Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin dan Indonesia  saat ini mempunyai beberapa Mi-17 yang dioperasikan oleh TNI-AD untuk mendukung operasi militernya. Dikembangkan dari rangka dasar Mi-8, helikopter Mi-17 dipasangi dengan mesin TV3-117 MT yang lebih besar kemampuannya, rotor, dan transmisi yang semula dikembangkan untuk Mi-14 kemudian digunakan pada Mi-17 bersamaan dengan pengembangan badan pesawat agar mampu mengangkat muatan lebih berat. Pilihan mesin untuk kondisi “panas dan tinggi” adalah dengan menggunakan mesin Isotov TV3-117VM berdaya 1545kW (2070 shp) sedangkan yang diekspor ke China dan Venezuela untuk penggunaan di pegunungan tinggi dilengkapi dengan mesin baru versi VK-2500 dan kontrol FADEC. Keunggulan dari Mi-17 adalah mudah dalam pengoperasiannya dan dalam melakukan operasinya tanpa perlu meminta ijin dari pihak berwenang Rusia, tidak seperti jika membeli helikopter buatan Amerika yang sangat membutuhkan persetujuan pihak Amerika jika helikopter mereka akan digunakan untuk kepentingan militer atau hal strategis lainnya. Dengan kemampuan  hingga kecepatan maksimum  250 km / h (135 knot, 155 mph) dan rentang  465 km (251 nm , 289 mi)  dan standar pengisian bahan bakar yang mampu melakukan pelayanan hingga langit-langit 6.000 m (19.690 kaki) dengan tingkat panjat 8 m / s (1.575 ft / min), sedangkan untuk persenjataan, mampu mengangkut persenjataan hingga berat 1.500 kg yang terdiri dari bom, roket, dan gunpods.

Indonesia membeli Mi-17 pada tahun 2011 sebanyak 18 unit dan dioperasikan oleh TNI-AD dengan alasan  sebagai helikopter angkut pasukan dengan kapasitas besar, seperti mengangkut 30 pesonil tentara atau 12 tandu atau 4.000 kilogram kargo internal di dalam kabin dan 5.000 kg luar kabin untuk membawa roket, bom, rudal, kanon atau sling cargo, serta berat tinggal landas maksimum yang bisa mencapai 13 ton. Meski pada awalnya direncanakan untuk helikopter angkutan, tapi dari pihak pabrik telah menawarkan 10 jenis varian senjata dan perangkat elektronik yang bisa dibawa, dimana dalam kondisi standar, Mi-17 sudah dibekali sepasang tangki bahan bakar dikanan dan kiri luar body dengan kapasitas masing-masing 1000 liter. Bila seluruh kemampuan bahan bakar digabungkan, maka secara teknis helikopter ini dapat melakukan terbang feri selama 6 jam non stop. Disamping itu helikopter Mi-17 mampu mendarat di landasan darurat, seperti tanah lunak, padang salju, bahkan bisa mendarat di air dengan bantuan kaki pelampung. Saat ini sudah 60 negara di dunia tercatat menggunakan MI-17. (NN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed