oleh

Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jatim Gelar Pertemuan Pembahasan Kinerja Poskamladu tahun 2019.

AWIINEWS~Surabaya

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menggelar pertemuan pembahasan kinerja Poskamladu (Pos Keamanan Laut Terpadu). Acara yang di laksanakan diruang pertemuan Nautica 1 dilantai 2 Dinas Kelautan dan Perikanan yang terletak di jalan Gayung Kebonsari Surabaya, selasa (08/10),tersebut diikuti sedikitnya, 60 orang/peserta yang terdiri dari TNI AL dan Pol Airud Polda seluruh Jawa Timur.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Letkol Choirul Arif dari Lantamal V dan Kompol Wayan Maulana dari Ditpolair Polda Jatim sebagai Nara sumber dan yang menjadi moderator yaitu Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Nonot Widjajanto, S.P,i,M.Agr. Pada kesempatan tersebut Nonot Widjajanto, S.P,i.M.Agr menjelaskan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur sudah ada MoU ( Memorandum of understanding) atau kesepahaman kerjasama dengan DitPol Airud Polda Jawa Timur serta Lantamal V dalam hal penegakkan hukum (Law Enfocemen) terhadap kasus kasus seperti ilegal fishing dan penggunaan alat tangkap yang dilarang. Menurut Nonot, di dalam MoU yang telah dibuat dengan Lantamal V dan Ditpolair, Lantamal V itu mempunyai kewenangan di bawahnya yaitu lanal-lanal dan lanal-lanal itulah yang diminta kita untuk mengisi Poskamladu-poskamladu di wilayah-wilayah. ” Jadi tujuan Poskamladu adalah sebagai kepanjangan tangan kita di dalam kegiatan pengawasan jadi supaya kita menyamakan aturan yang sama tentang kelautan dan perikanan.” Jelas Nonot Beliau menambahkan, Permen (Peraturan Menteri) nomer 71 berkaitan dengan cangkrang di larang.

Tapi ada himbauan dari Bapak Presiden bahwa cangkrang masih boleh beroperasi. ” Jadi kita hanya memberikan arahan supaya jangan sampai melanggar jalur sama mengganggu nelayan-nelayan kecil.” Katanya.

Sementara itu di seluruh Jawa Timur sudah terbentuk 21 poskamladu yang tersebar di seluruh wilayah dari mulai, Sapeken dan kabupaten dan kota lainnya.

Nara sumber Kompol Wayan Maulana Polair Polda Jatim memberikan materi terkait dengan pembahasan mengenai tugas poskamladu, AL dan Polair sebagai penyidik kasus perikanan ilegal fishing dan penggunaan alat tangkap yang dilarang penangkapan itu harus ada bukti yang cukup supaya kita tidak di pra peradilan. Pernyataan senada juga disampaikan oleh Letkol Choirul Arif dalam hal penegakkan hukum kita harus mengacu pada aturan yang ada. (Hrn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed