oleh

EWS (Early Worning Siystem) Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo

EWS (Early Worning Siystem) Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo

AWIINEWS~Sidoarjo, Jawa Timur
Setelah program Pavingisasi tiga dimensi yang di lakukan oleh Dishub ( Dinas perhubungan) pemkab Sidoarjo, dan berjalan dengan baik serta sangat luar biasa jadi percontohan buat Dinas dinas yang lain. Bapak Risal Asnan S. IT.MT (Kasi Pengembangan sarana dan Prasarana Di Dinas Perhubungan),melakukan gebrakan lagi dengan melakukan metode EWS ( Early Warning System) untuk meminimalisir kecelakaan perlintasan kereta api.

Dishub kabupaten sidoarjo membuat sytem sensor yang mana alat tersebut  import dari luar negeri apabila lampu kuning menyala menandakan hati-hati klau mau melintas di rel kereta api (KA) dan lampu merah menandakan kendaraan/masyarakat berhenti di karenakan kereta api akan lewat 1000 – 1500 meter sebelum kereta lewat di perlintasan serta bunyi sirene sangat keras akan terdengar sebagai pertanda untuk masyarakat/berkendara mobil, motor, dan pejalan kaki supaya tau kalau kereta api mau melintas.

Proyek EWS ( Early Worning Siystem) ini di kerjakan oleh CV. WAHYU JAYA yang berasal dari kota Blitar jawa timur yang mempunyai surat ijin Kementrian Perhubungan Indonesaia, maka dari itu Bapak Rizal Asnan (Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana) Dishub pemkab sidoarjo memilih kontraktor tersebut Ahli di bidang perkereta apian serta Mekaniknya sangat handal di bidangnya dan mengantongi tanda daftar Dari kementrian Perhubungan. Sebagaimana alat tersebut mempunyai system 1000 – 1500 Meter jarak sebelum kereta api lewat perlintasan sebagai tanda bahwa kereta api akan mau lewat.

 

Dengan adanya sistem tersebut mengurangi angka terjadinya kecelakaan kereta api maupun masyarakat yang mau melintas.Pengerjaan proyek EWS (Early Worning Siystem) Peringatan Dini Sebelum kereta api lewat, dengan pengerjaan ( EWS) pihak Dishub Pemkab sidoarjo menghabiskan dana kurang lebih 2.6 miliar yang mana ijin tersebut juga atas ijin dari kementrian pusat perhubungan dan Bapak Rizal Asnan sendiri pun yang hadir ke pusat kementrian memberikan pemaparan titik-titik mana yang perlu di pasang EWS dan pengajuan tersebut di setujui oleh Dinas perhubungan kementrian.

 

“Pengerjaan proyek EWS tersebut di kerjakan kurang lebih satu bulan dan hasilnya sangat memuaskan.” ujar Rizal asnan. PT. Kereta api memang sangat ketat dalam mengondisikan/kontrol baik rel kereta api nya, palang pintu,system penjagaan, bahkan sirene di berbagai titik karena berkaitan dengan insiden yang terjadi kepada masyarakat.

Dengan proyek EWS tersebut pihak Dishub sidoarjo mendapat juara 3 dari kementrian perhubungan.
Berkaitan dengan proyek( EWS) Bapak Rizal Asnan sangat ber antusias lebih semangat lagi untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai Kasi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Pemkab sidoarjo.

 

Proyek ( EWS) yang terpasang di daerah kabupaten sidoarjo ada 6 titik, palang pintu yang terpasang ada 155 yang belum berpalang pintu ada 82 titik sekabupaten sidoarjo dan posisi titik EWS terdiri dari :
– Jl. Kedungaten, kali tengah kec. Tanggulangin. JPL 74 km 30+4/8
– Jl. Wates Desa Tenggulunan maju kec. Candi JPL 27
– Jl. Desa Tenggulunan, kec. Candi ( 728. 04.6 s 112. 42. 14.5.e)
– Jl. Desa sumokali kec. Candi (-7.467846669 112.700426618)
– Jl. Sumber jati, Desa banjar wungu kec. Tarik Km 45 + 6/8
– Jl. Banjar wungu, Desa banjar wungu Kec. Tarik JPL =82 Km 45+0/1.

“Dengan terpasang nya 6 titik EWS ( Early Worning Siystem) Peringatan Dini Sebelum Kereta Api lewat,alat ini akan di jaga dan di rawat sebaik-baiknya serta setiap minggunya akan ada petugas khusus mekanik yang selalu kontrol alat EWS apabila ada masalah/kendala di lapangan.”jawab Bapak Risal Asnan S. IT.M.T (kasi pengembangan sarana dan prasarana Di dinas perhubungan). (HRN)

klik Vidionya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed