oleh

Aksi Unjuk Rasa Damai Serikat Pekerja Se Jawa Timur Di Kantor Gubernur Jawa Timur

AWIINEWS~SURABAYA

Pada hari Selasa tanggal 27 Oktober 2020, Gabungan Serikat Pekerja se Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa guna menolak/merevisi UU omnibus law , massa aksi berkumpul di frontage jln Ahmad Yani lalu massa melanjutkan untuk bergeser ke kantor Gubernur Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasinya didepan gedung gubernur Jawa Timur.

Setelah sampai disana massa aksi melakukan orasi secara bergantian agar gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menolak UU omnibus law, menaikan UMK ditahun 2021, serta segera menetapkan UMK dan UMSK secara bersamaan.

Pada orasi tersebut, para serikat buruh menyampaikan, kekecewaannya terhadap DPR serta pemerintah pusat, dalam menyikapi penetapan UU Omnibus Law.

Nur Hasim selaku komandan laskar SPN DPC Sidoarjo ketika diwawancarai awak media menyampaikan,”Aksi kali ini bukan hanya sebagai aksi penolakan Omnibus Law, tetapi sekaligus menyikapi surat edaran mentri tenaga kerja terkait tidak adanya kenaikan UMK di tahun 2021, maka dari itu gabungan serikat buruh se Jawa timur menekan Gubernur Jawa timur agar Jawa timur tetap memberlakukan kenaikan UMK serta UMSK di tahun 2021.”Ujarnya.

Hasim komandan laskar SPN DPC Sidoarjo (kiri)
Nur Hasim komandan laskar SPN DPC Sidoarjo

Pukul 17.00 WIB perwakilan SP/SB keluar setelah melakukan perundingan didalam lalu perwakilan staf gubernur menyampaikan hasil dari perundingan tetapi massa aksi menolak dan tidak mau menerima karena bukan Khofifah sendiri yang menyampaikan hasil dari perundingan dan Jazuli selaku dewan DPW FSPMI provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa buruh Jawa Timur akan melakukan aksi susulan agar ketiga tuntutan tersebut dipenuhi.(Andreas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed